By : Nok_Reendha
7 Januari 2004
Peluh yang semakin deras mengalir
Membuat kain lusuh itu melekat di tubuh mungilnya
Sepasang kaki menapak tanpa alas di aspal panas
Hanya berbekal suara dan alat musik sederhana
Serta harapan yang membuatnya bertahan
Sinar matanya menatap tanpa dosa
Ia sembunyikan derita hidup ini
Ia simpan duka di sudut hati
Ia lewatkan masa kecil yang jadi miliknya
Mencari nafkah yang bukan jadi tugasnya
Ia hanya ingin disadari, bukannya diacuhkan
Ia hanya ingin diakui, bukannya disingkirkan
Walau mulutnya membisu, tapi hati menjerit pilu
Ia berteriak pada Tuhan dan penghuni metropolitan
‘Aku disini! Berpalinglah padaku!’
‘Lihatlah aku….’
Selasa, 20 Mei 2008
Jerit Pilu Si Pengamen Kecil
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar