Selasa, 20 Mei 2008

Jerit Pilu Si Pengamen Kecil



By : Nok_Reendha
7 Januari 2004

Peluh yang semakin deras mengalir
Membuat kain lusuh itu melekat di tubuh mungilnya
Sepasang kaki menapak tanpa alas di aspal panas
Hanya berbekal suara dan alat musik sederhana
Serta harapan yang membuatnya bertahan

Sinar matanya menatap tanpa dosa
Ia sembunyikan derita hidup ini
Ia simpan duka di sudut hati
Ia lewatkan masa kecil yang jadi miliknya
Mencari nafkah yang bukan jadi tugasnya

Ia hanya ingin disadari, bukannya diacuhkan
Ia hanya ingin diakui, bukannya disingkirkan

Walau mulutnya membisu, tapi hati menjerit pilu
Ia berteriak pada Tuhan dan penghuni metropolitan
‘Aku disini! Berpalinglah padaku!’
‘Lihatlah aku….’

Tidak ada komentar: